Selasa, 29 Mei 2018

Waspadai gejala Sapi Cacingan dan pengobatanya

Penyakit cacingan merupakan penyakit yang sering menyerang ternak yang dipelihara secara tradisional. dan tergolong penyakit yang mudah ditangani tergantung dengan banyak sedikitnya cacing dalam tubuh.

Cacing Hati 


Jenis cacing yang menyerang adalah cacing hati, cacing pita, cacing gilig/nematoda. cacing yang menyerang sapi sebenarnya sangat banyak jenis nya, namun yang paling sering menyerang adalah jenis cacing hati dan cacing pita, biasanya disebabkan oleh kondisi pakan yang tidak bersih atau mengandung larva cacing. biasanya pada rumput hijauan. proses pengobatan biasanya dilakukan dengan melumpuhkan cacing sehingga cacing yang mati tersebut akan ikut keluar melalui kotoran sapi.


Cacing pita


ciri dan gejala umum yang tampak saat sapi terserang cacingan adalah :

Sapi tidak nafsu makan
sapi terlihat kurus dari hari ke hari
Susah buang air besar atau tidak teratur
Diare berkepanjangan dan mencret
Gerakan melemah dan mata sayu
Nafas terengah-engah
Hidung dan mulut mulai kering

Pencegahan dan pengobatan penyakit cacingan pada ternak adalah

Usahakan kandang tidak sering lembab
Jangan terlalu sering menggembalakan sapi karena kita tidak bisa mengontrol kebersihan rumput yang dikonsumsi oleh sapi
Sisa pakan dikandang jangan dibiarkan terlalu lama, segera buang atau oalh menjadi pupuk tanaman atau dikeringkan dan difermentasi
Berikan obat cacing secara rutin dan berkala (biasanya 2 bulan sekali)
Obat yang biasanya digunakan oleh dokter hewan adalah dalam jenis benzimidazol, imidathiazol dan Avermectin ( konsultasikan dengan dokter hewan sebelum menggunakannya )
Pengobatan tradisional dengan pemberian daun atau buah nanas. terutama untuk melumpuhkan cacing nematoda. untuk cacing lain bisa diberikan bawang putih karena sangat efektif dan tidak terdapat efek samping.

Senin, 28 Mei 2018

Hormon Progesteron pada Reproduksi hewan ruminansia betina


Sinkronisasi estrus merupakan suatu cara untuk menimbulkan gejala birahi atau estrus secara bersama-sama, atau dalam selang waktu yang pendek dan dapat diramalkan  pada sekelompok hewan. Tujuan sinkronisasi birahi adalah untuk memanipulir proses reproduksi, sehingga hewan akan terinduksi birahi proses ovulasinya, dapat diinseminasi serentak dan dengan hasil fertilitas yang normal. Penggunaan teknik sinkronisasi birahi akan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan reproduksi kelompok ternak, disamping juga mengoptimalisasi pelaksanaan inseminasi buatan dan meningkatkan fertilitas kelompok (Sujarwo, 2009).

Dengan penyerentakan berahi dimaksudkan untuk pengendalian siklus etrus berahi sedemikian rupa sehingga periode estrus pada banyak hewan betina terjadi serentak pada hari yang sama atau dalam waktu 2 atau 3 hari. Sinkronisasi estrus mempunyai beberapa keuntungan praktis bagi peternak terutama dalam peternakan sapi potong yang diperlihara secara ekstensif di lapangan dan perkawinannya dilaksanakan melalui inseminasi buatan memakai bibit-bibit unggul yang diinginkan.  Disamping itu penggunaan teknik penyerentakan berahi pada peternakan-peternakan sapi perah, babi dan domba juga dapat memberi arti ekonomi yang tidak kecil. Konsentrasi periode berahi dalam 2 atau 3 hari akan menghemat tenaga kerja; memungkinkan inseminasi pada banyak hewan betina (terutama babi) dengan semen seekor pejantan unggul pada satu waktu tertentu, anak-anak yang lahir tidak perlu dipisahkan menurut kelompok-kelompok umur selama pertumbuhan dan penggemukan karena semuanya mempunyai umur yang hampir sama, waktu partus dan pemasaran dapat lebih dikonsentrasikan pada waktu tertentu sesuai dengan keinginan peternak dan disesuaikan pula dengan permintaan pasaran dan menurut pertimbangan-pertimbangan ekonomis. Dalam program pemisahan embrio, tehnik sinkronisasi estrus dapat dipakai menyerentakkan stadium siklus berahi antara  hewan pamberi (donor) dan hewan penerima (recipient). Supaya suatu program pengendalian siklus berahi dapat  berhasil maka suatu angka konsepsi yang tinggi harus dicapai pada ovulasi yang diserentakkan.


Penggunaan hormon Progesteron Dalam Deteksi Kebuntingan

Uji progesteron bertujuan untuk memeriksa kadar progesteron dalam tubuh ternak betina. Progesteron adalah salah satu hormon steroid yang dihasilkan tubuh ternak betina. Pada hewan betina hormon ini berfungsi antara lain pada siklus estrus, untuk menyiapkan uterus untuk implantasi sel telur yang telah dibuahi. Pada siklus estrus  normal, kadar progesteron dalam darah sebelum terjadi pelepasan sel telur < 5 ng/mL, kemudian setelah terjadi pelepasan sel telur akan meningkat > 5 ng/mL, terus meningkat sampai 6-10 hari, untuk kemudian menurun jika tidak terjadi  bunting .

Uji progesteron biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah ada siklus menstruasi normal. Uji progesteron juga sering dilakukan untuk ternak yang diberi obat untuk merangsang pelepasan sel telur, untuk memantau keberhasilan terapi dan untuk mengetahui kapan pelepasan sel telur terjadi. Bagi peternak yang menginginkan informasi “kapan terjadi pelepasan sel telur” ini sangat penting. Uji progesteron juga dilakukan jika terjadi dugaan adanya kebuntingan di luar kandungan. Untuk ternak yang  tergolong resiko tinggi, uji ini kadang dilakukan untuk memantau perkembangan fetus dan plasentanya.

Uji kebuntingan  mendeteksi keberadaan beta-hCG (human Chorionic Gonadotropin), suatu hormon yang dihasilkan oleh embrio segera setelah terjadi konsepsi yang kemudian dilanjutkan oleh sel sinsitiotrofoblast (bagian dari plasenta). Keberadaan hormon hCG hampir selalu mengindikasikan terjadinya kebuntingan. Salah satu fungsi hormon ini adalah membantu menjaga keadaan uterus agar sesuai untuk kebuntingan, dengan antara lain merangsang pengeluaran hormon progesteron (Itulah kenapa, jika terjadi kebuntingan, hormon progesteron akan meningkat sesuai dengan umur kebuntingan, dan akan mencapai 100-200 ng/mL ketika kebuntingan akhir).

Peranan Hormon Progesteron Dalam sinkronisasi Birahi

Pemakaian progesteron dalam sinkronisasi estrus pertama kali dilapor oleh Ulberg, Christian dan Casida(1951) yang menyatakan bahwa apabila dimulai kira-kira 15 hari sesudah akhir estrus, penyuntikan 50 mg progesteron dalam minyak setiap hari atau 500 mg dalam bentuk “repositor” setiap 10 hari akan menghambat estrus dan ovulasi pada sapi. Estrus terjadi dalam waktu 4-6 hari, rata-rata 5,2 hari, sesudah penghentian penyuntikan. Menurut Trimberger dan Hansel (1955) penyuntikan progesteron 50-100 mg setiap hari dari hari ke 15 – hari ke 19 siklus birahi akan menyebabkan estrus normal pada 14 dari 25 sapi yang disuntik dalam waktu rata-rata 4,6 hari sesudah penghentian penyuntikan dan hanya 50 % yang mempunyai korpora lutea normal.

Suntikan-suntikan progesteron tidak selalu memberi respon yang seragam karena perbedaan-perbedaan individual dalam kadar penyerapan hormon tersebut, dan kadar penghambatan dan pemulihan kembali dari hambatan sesudah persediaan hormon didalam tubuh habis (Toelihere, 1979).

Progesteron merupakan blokterhadap pembebasan hormon gonadotropin, yang menyebabkan hewan tetap berada dalam keadaan anesterus karena tidak terjadi pertumbuhan folikel. Jika progesteron digunakan untuk penyerentakan berahi, dosisnya berayun antara 12.5 sampai 60 mg, dan disuntikkan secara intramuskuler tiap hari. Berahi akan muncul 3 sampai 6 hari setelah suntikan dihentikan. Hasilnya terjadi konsepsi 25 sampai 70% bila sapi yang berahi diinmseminasi.

Pemberian progesteron dengan menyelipkan spons yang mengandung progesteron ke dalam vagina selama 10 sampai 14 hari menghasilkan angka konsoopsi yang rendahbila hewan dikawinkan kepada periode berahi setelah spons ditarik keluar.

Penyerentakan berahi atau sinkronisasi estrus adalah usaha yang bertujuan untuk mensinkronkan kondisi reproduksi ternak sapi donor dan resipien. Sinkronisasi estrus umumnya menggunakan hormon prostaglandin F2a (PGF2a ) atau kombinasi hormon progesteron dengan PGF2a . Prosedur yang digunakan adalah :

1.      Ternak yang diketahui mempunyai corpus luteum (CL), dilakukan penyuntikan PGF2a satu kali. Berahi biasanya timbul 48 sampai 96 jam setelah penyuntikan.

2. Apabila tanpa memperhatikan ada tidaknya CL, penyuntikan PGF2a dilakukan dua kali selang waktu 11-12 hari. Penyuntikan PGF2a pada ternak resipien harus dilakukan satu hari lebih awal daripada donor.

Keadaan ini disebabkan karena pada ternak donor yang telah diberi hormon gonadotropin, berahi biasanya lebih cepat yaitu 36 - 60 jam setelah penyuntikan PGF2a , sedangkan pada resipien berahi biasanya timbul 48 - 96 jam setelah penyuntikan PGF2a
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium, sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta. Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.

Selain dengan penyuntikan, penggunaan hormone progesterone sebagi sinkronisasi siklus hormone juga dapat menggunakan alat yang menunjang diantara adalah

1. Progesteron releasing intravaginal Device (PRID)

Merupakan implant intra vaginal terbuat dari silicon dan berbentuk spral. Progesteron sintetik tersimpan di dalam implan tersebut dan akan dibebaskan secara pelanpelan lewat selaput lendir vagina. Pemasangan implan intravagina biasanya selama 15 hari, dan birahi akan timbul pada waktu 48-72 jam setelah pengambilan implan. Angka birahi yang ditimbulkan dapat mencapai 100%, namun angka konsepsi dari inseminasi pertama masih cukup rendah yaitu sekitar 45%. Beberapa sifat yang tidak disukai dari penggunaan PRID untuk sinkronisasi antara lain mudah lepas sebelum waktunya dan ada kecenderungan iritasi selaput lendir vagina sehingga mudah menyebabkan vaginitis.

2.      Controlled Internal Drug Releasing (CIDR)

Juga merupakan implant yang berbenuk huruf T dan terbuat dari silicon, yang nanti bentukan T tersebut akan dimasukkan ke dalm kornue uteri. Impaln ini diinsersikan selam 15 hari, dan biasanya menghasilkan angka konsepsi 58-66 %. Progesteron yang terkandung di dalamnya (1,9 gram) merupakan progesteron alam, sehingga mudah dideteksi dalam darah dan mempunyai waktu paruh yang sangat pendek, sifat ini adalah memberikan respon pembebasan gonadotrophin yang lebih nyata. Sifat lain yang disukai dari CIDR adalah dapat dipakai berulang-ulang, sampai 5 kali dengan fertilitas yang sama, karena kandungan progesteronnya yang tinggi (Sujarwo, 2009).

Induksi Ovulasi dengan Kombinasi Progesteron dengan Estrogen

Suatu kombinasi progesteron dan estrogen telah berhasil digunakan untuk induksi ovulasi pada sapi anestrus. Estrogen konyugat (5 mg estradiol valerat) mengikuti perlakuan progesteron selama 7 sampai 12 hari dalam bentuk implan telinga atau melalui spiral intravagina. Untuk memperbesar respon kombinasi estrogen dengan progesteron dapat dilakukan dengan penyuntikan 400-800 IU pada akhir perlakuan progesteron. Secara alamiah hormon estrogen dihasilkan oleh folikel yang masak, apabila hormon ini mencapai level maksimal, maka ternak menunjukkan gejala –gejala berahi. Estrogen bersifat feedback positif terhadap pusat preovulasi di hipotalamus (Hafez, et al., 2008).

Beberapa metoda perlakuan hormon dengan progesteron, estrogen dan kombinasi progesteron dengan estrogen telah berhasil mensinkronkan berahi, tetapi metode ini terlalu banyak menghabiskan waktu dan ketepatan waktu berahi serta tingkat fertilitas masih kurang memenuhi harapan penggunaannya.
Penerapan bioteknologi reproduksi yang sedang berkembang yaitu sinkronisasi ovulasi menjadi salah satu upaya lain dalam meningkatkan jumlah populasi sapi. Sinkronisasi ovulasi telah dilaksanakan dengan menggunakan perlakuan hormone GnRH, dalam merangsang terjadinya ovulasi dan penentuan waktu tepat Inseminasi Buatan (IB). Penelitian yang dilakukan Stevenson, et al., (2004), pada sapi perah yang diberikan perlakuan Heatsynch (sinkronisasi berahi) menunjukkan 89,21 % ovulasi dengan rata – rata waktu 37 – 76 jam

Penjelasan sistem Koordinasi hormon pada Sapi

Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin (kelenjar buntu). Hormon berfungsi mengatur pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku, keseimbangan dan metabolisme. Hormon masuk ke dalam peredaran darah menuju organ target. Jumlah yang dibutuhkan sedikit namun mempunyai kemampuan kerja yang besar dan lama pengaruhnya karena hormon mempengaruhi kerja organ dan
sel.



Hormon memiliki ciri-ciri sebagai berikut:


1. diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah sangat kecil
2. mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapoat di sel target
3. memiliki pengaruh mengaktifkan enzim khusus
4. memiliki pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target,tetapi dapat juga mempengaruhi beberapa sel target belainan.

Hormon terdiri dari 2 jenis berdasarkan struktur kimiawinya yaitu hormon yang terbuat dari peptida (hormon peptida) dan hormon yang terbuat dari kolesterol (hormon steroid).

Perbedaan saraf dan hormon :


Saraf bekerja cepat,pengaruhnya cepat hilang.
Hormon bekerja lambat, pengaruhnya lama.
Berdasarkan waktu pembuatan, kelenjar yang menghasilkan hormon terbagi atas:
Sepanjang waktu :kelenjar hipofisis,tiroid,pankreas,adrenal
Usia tertentu : kelenjar reproduksi dan kelenjar timus.
Hormon dikeluarkan dan masuk ke aliran darah dalam konsentrasi rendah hingga menuju ke organ atau sel target. Beberapa hormon membutuhkan substansi pembawa seperti protein agar tetap berada di dalam darah. Hormon lainnya membutuhkan substansi yang disebut dengan reservoir hormon supaya kadar hormon tetap konstan dan terhindar dari reaksi penguraian kimia. Saat hormon sampai pada sel target, hormon harus dikenali oleh protein yang terdapat di sel yang disebut reseptor. Molekul khusus dalam sel yang disebut duta kedua (second messenger) membawa informasi dari hormon ke dalam sel.
Hormon seks dan kelenjarnya akan dibahas dalam sistem reproduksi.

KELENJAR HIPOTALAMUS

Kelenjar ini terletak di bagian dasar otak, yang terhubunga langsung dengan kelenjar pituitari melalui vena porta. Hipotalamus memainkan peranan penting dalam kadar glukosa darah dan kadar air dalam tubuh yang dipengaruhi oleh makanan. Rasa takut dan ketertarikan dapat memacu hipotalamus untuk merangsang peningkatan denyut jantung,peredaran darah cepat, pernafasan cepat dan penyempitan pupil. Hipotalamus juga berpengaruh dalam nafsu makan dan kebiasaan seksual. Kelainan pada hipotalamus dapat menyebabkan abnormalitas seksual (seperti kelahiran prematur), anorexia, obesitas,gangguan regulasi suhu,gangguan tidur dan frekuensi detak jantung yang tidak normal. Hipotalamus menghasilkan :
Gonadotropin Releasing Factor (GnRH atau Luteinizing Hormone-Releasing Hormone,LH-RH), merangsang lobus anterior pituitari untuk menyekresikan FSH dan LH. Hormon yang merangsang sekresi FSH disebut FRH(Follicle Releasing Factor) sedangkan hormon yang merangsang sekresi LH disebut LRH(Luteal Releasing Factor).

Tirotropin Releasing Factor, merangsang lobus anterior pituitari untuk menyekresikan TSH.
Somatostatin, menghambat sekresi GH oleh pituitari, menekan sekresi TSH dan merangsang hati mengeluarkan somatomedin.
Corticotropin Releasing Factor (CRH), merangsang lobus anterior untuk menyekresikan ACTH.
KELENJAR PITUITARI (HIPOFISIS)

Kelenjar pituitari disebut juga master of gland karena semua hormon yang dihasilkan merangsang organ untuk menyekresikan hormon lain. Letak pituitari berada dibawah hipotalamus, sebesar kacang ercis dan terdiri dari 3 lobus yang menghasilkan hormon-hormon berlainan. Kelenjar pituitari dapat terserang tumor, keracunan dari darah, penggumpalan darah dan infeksi penyakit. Hormon yang diekskresikan oleh lobus anterior atau adenophysis :

1. Somatotropin/Growth Hormone(GH), merangsang sintesis protein, menambah metabolisme lemak dan merangsang pertumbuhan tulang dan otot. Kelebihan hormon ini menyebabkan gigantisme atau pertumbuhan raksasa. Kelebihan pada dewasa menyebabkan akromegali, suatu kelainan akibat pertumbuhan yang tidak seimbang pada persedian dan ujung tulang seperti tulang jari tangan, rahang atau hidung. Defisiensi hormon menyebabkan pertumbuhan terhambat dan kerdil atau dwarfisme.

2. Thyroid Stimulating Hormone(TSH), merangsang pertumbuhan kelenjar tiroid dan pengeluaran hormon tiroksin. Sekresi TSH dihambat oleh tiroksin. Kelebihan hormon ini menyebabkan gondok.

3. Adenocorticotropic Hormone (ACTH), merangsang korteks kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon (glukokortikoid dan mineralokortikoid) ke dalam darah dan pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal. ACTH juga berpengaruh dalam pengontrolan emosi karena merangsang pengeluaran Hydrocortisone oleh kelenjar adrenal bagian korteks. Produksi ACTH dikontrol oleh hipotalamus dan level hormon yang dihasilkan oleh korteks kelenjar adrenal. ACTH digunakan dalam bidang medis untuk anti pembengkakan yang disebabkan oleh alergi dan arthritis.

4. Prolactin(PRL) atau Lactogenic Hormone(LTH) atau Luteotropic Hormone atau Mammotropic Hormone, merangsang sekresi susu setelah kelahiran, meningkatkan reabsorpsi air dan garam di ginjal saat menstruasi, mengatur pertumbuhan dan perkembangan kelenjar mammae pada wanita hamil dan memelihara corpus luteum untuk memproduksi air susu ibu dan progesteron.

5. β-lipotropin(β-LPH), meningkatkan metabolisme lemak dan dapat membentuk ACTH.

6. Melanocyte Stimulating Hormone(MSH), merangsang sekresi melanin pada sel melanosit sehingga menambah warna kulit menjadi lebih gelap.

7. Gonadotropin adalah hormon yang dihasilkan untuk merangsang kerja dari alat kelamin. Gonadotropin terbagi 2 yaitu :

· Follicle Stimulating Hormone(FSH) bekerja pada gonad (alat kelamin). Pada wanita, FSH merangsang perkembangan folikel de Graaf di ovarium. Bersama dengan LH, FSH merangsang sekresi estrogen oleh folikel de Graaf dan pematangan sel telur. Pada pria, FSH merangsang testes mensekresikan androgen ke aliran darah dan merangsang terjadinya spermatogenesis/pembentukan sel sperma pada tubulus seminiferus di testes. Sekresi FSH dihambat oleh progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum sehingga tidak terjadi pemtangan telur di ovarium.

· Interstitial Cell Stimulating Hormone(ICSH), merangsang sel-sel interstitial testis untuk memproduksi androgen dan testosteron.

· Luteinizing Hormone(LH) berkerja pada gonad (alat kelamin). Pada wanita, ketika folikel atau sel telur sudah matang, LH merangsang pemecahan folikel de Graaf sehingga sel telur keluar dan siap dibuahi sperma. LH merangsang perubahan folikel de Graaf menjadi corpus luteum dan merangsang corpus luteum mensekresikan hormon progesteron. Pada pria, LH bekerja pada sel-sel endokrin dalam testes, tepatnya sel-sel interstisium dan merangsang testes mengeluarkan androgen ke dalam darah.

· Chrorionic Gonadotropin, berfungsi untuk menjaga perkembangan janin dan disekresikan oleh plasenta saat wanita hamil.

Lobus intermediate diketahui mensekresikan MSH namun tidak banyak yang dipengaruhi dan dihasilkan oleh bagian ini.

Hormon yang dihasilkan oleh lobus posterior atau neurophysis :

Antidiuretic Hormone(ADH) atau Vasopressin, merangsang reabsorpsi air di tubulus ginjal dan menyebabkan dinding arteriol berkontraksi sehingga mempersempit rongga pemubuluh darah dan meningkatkan tekanan darah. ADH juga mengontrol kadar air dalam tubuh. Kekurangan ADH menyebabkan urin dalam jumlah berlebihan dan disebut diabetes insipidus.

Oxytocin, merangsang kontraksi otot polos yang melapisi uterus dan mempercepat pengembalian uterus ke ukuran semula. Oxytocin juga merangsang proses pengeluaran susu pada proses menyusui.

KELENJAR TIROID

Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terdiri dari 2 lobus dan terdapat pada leher bagian depan di bawah jakun. 2 lobus ini dihubungkan oleh istmus. Kelenjar tiroid terdiri dari sel epitel kubus yang membentuk struktur bernama vesikel dan ditunjang oleh suatu jaringan penghubung. Pada kelenjar tiroid normal, vesikel ini berisi substansi koloid yaitu protein yang bernama thyroglobulin yang dikombinasikan dengan tiroksin.

Hormon yang dihasilkan kelenjar ini yaitu Calcitonin dan Tiroksin yang terbagi atas 2 jenis :

Tetraiodothyronine (T4), hormon tiroksin yang mengandung iodium beratom 4.
Triiodothyronine (T3), hormon tiroksin yang mengandung iodium beratom 3.

Kedua jenis hormon tiroksin ini merangsang metabolisme dan pertumbuhan. Hormon ini dibentuk dari asam amino tirosin dengan iodium. Kelebihan hormon ini menyebabkan eksoftalamus sedangkan kekurangan hormon ini menyebabkan kretinisme (kekerdilan) dan individunya steril.

Hormon lainnya yang diproduksi oleh kelenjar tiroid yaitu Calcitonin, merangsang penurunan kadar Ca2+ dalam darah (ditimbun dalam tulang).

Sekresi tiroksin oleh kelenjar tiroid dirangsang oleh TSH dari kelenjar pituitari. Kadar tiroksin yang tinggi dalam darah dapat menghambat sekresi TSH. Suatu ketika, kadar tiroksin dalam darah yang rendah sehingga pituitari mensekresikan TSH supaya kelenjar tiroid mensekresikan tiroksin. Namun, kadar iodium dari makanan tidak mencukupi pembuatan tiroksin sehingga keseimbangan antara tiroksin dan TSH terganggu. TSH akan terus dikeluarkan, namun di pihak lain, kelenjar tiroid yang selalu dipaksa TSH membuat tiroksin mengalami kekurangan iodium sehingga kelenjar bekerja terus menerus dan membengkak. Kelainan inilah yang disebut dengan penyakit gondok.

Produksi berlebih dari hormon kelenjar tiroid menyebabkan hypertiroidisme atau penyakit Grave’s dan membuat mata menjadi abnormal. Pecahnya sel kelenjar tiroid sehingga terbebaskannya hormon dalam jumlah besar dapat mengakibatkan sindrom hashimoto’s yaitu penghancuran yang deisebabkan oleh respon imun. Sedangkan produksi yang sangat sedikit menyebabkan hypothyroidisme menyebabkan gondok dan kelesuan.

KELENJAR PARATIROID

Kelenjar paratiroid terdapat pada sebelah dorsal kelenjar tiroid, terdiri dari 4 struktur kecil. Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang merangsang peningkatan kadar Ca2+ dan fosfat dalam darah yang disuplai dari tulang. Kerja Parathormon ini antagonis/berlawanan dengan kerja Calcitonin.

KELENJAR ADRENAL/SUPRARENALIS

Kelenjar ini terletak diatas ginjal dan kaya akan darah. Secara anatomi, bagian dalam dan bagian luar kelenjar adrenal tampak seperti organ yang terpisah karena terdiri dari jaringan yang berbeda dan melakukan aktivitas yang berbeda pula. Medula adrenal dapat diangkat tanpa membahayakan individu pemiliknya. Bagian dalam disebut medula adrenal terdiri sel chromaffin, mensekresikan hormon yang disebut Catecholamines, terbagi atas :

Epinephrine atau Adrenaline yang merespon stimulasi sistem saraf simpatik saat stress. Ketika suatu organisme dihadapka pada tekanan seperti marah dan stress, maka sejumlah hormon dilepaskan ke dalam aliran darah. Maka laju dan kekuatan denyut jantung meningkat, tekanan darah meningkat, suplai darah dialihkan ke otot kerangka, arteri koronaria dan otak, kadar gula darah dan laju metabolisme meningkat. Bronkus membesar sehingga pernafasan makin cepat, pupil mata membesar dan ada kecendrungan bulu tubuh untuk berdiri.

Norephinephrine atau Noradrenaline atau Levoarterenol yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dengan merangsang kontraksi arteriol. Hormon ini juga menjaga sirkulasi darah normal.
Bagian luar adrenal disebut korteks adrenal menghasilkan sekitar 30 hormon steroid tapi hanya sedikit yang disekresikan dalam jumlah signifikan. Hormon yang dihasilkan yaitu :

Aldosterone, mengontrol jumlah garam dan air pada tubuh. Hormon ini menyebabkan proses reabsorpsi natrium dan klorin di tubulus ginjal yang menurunkan tingkat pengeluaran dari sistem urin, memicu proses retensi air dan meningkatkan volume cairan ekstraseluler. Laju sekresi aldosterone ditingkatkan oleh ACTH dan kadar tinggi kalium namun dihambat oleh adanya angiostensin II dalam darah.

Corticoid atau Corticosteroid yang terbagi atas :

· Glucocorticoid, seperti Cortisol dan Cortisone(Hydrocortisone), yang penting untuk metabolisme karbohidrat, protein dan lemak, menaikkan kadar glukosa darah dan menurunkan pembengkakan.
· Mineralocorticoid, menjaga kadar keseimbangan ion elektrolit dan air.
· Gonadocorticoid, hormon sex yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal yaitu Androgen yang merangsang pertumbuhan seks sekunder pada pria dan Estradiol yang merangsang pertumbuhan seks sekunder pada wanita.

Kelainan yang dapat terjadi pada kelenjar adrenal :

1. Virilisme yaitu munculnya ciri sekunde rpria pada wanita
2. Adison yang terjadi karena hipofungsi adrenal
3. Coushing syndrome terjadi karena hiperfungsi adrenal.

KELENJAR PANKREAS

Pankreas terletak pada dinding posterior abdomen. Pankreas mempunyai bagian yang disebut Pulau Langerhans yang berfungsi mengeluarkan hormon. Pankreas bagian luar akan menghasilkan eznim pencernaan sendangkan bagian dalam merupakan kelenjar endokrin yaitu Pulau Langerhans yang kaya akan pembuluh darah. Bagian ini terdiri dari Pulau Langerhans A yang menghasilkan Glukagon dan pulau langerhans B yang menghasilkan Insulin.

Insulin, hormon yang berfungsi mengubah glukosa menjadi gula otot/glikogen.Salah satu efek insulin adalah membuat sel-sel tubuh lebih permeable terhadap masukanya glukosa. Kekurangan insulin menyebabkan kadar glukosa dalam darah tinggi dan menyebabkan diabetes mellitus.

Glukagon, hormon yang bekerja antagonis dengan insulin, berfungsi untuk mengubah glikogen menjadi glukosa.

Somastatin, hormon yang dihasilkan dari tipe ketiga sel Pulau langerhans berperan penting dalam metabolisme.

KULIT

Bila kulit terkena radiasi ultraviolet, radiasi akan memicu perubahan dehidrokolesterol menjadi kalsiferol, yang sejenis dengan vitamin D. Kalsiferol mengalami 2 kali modifikasi di hati dan ginjal dan senyawa yang dihasilkan mempertinggi absorpsi Ca2+ dari usus. Hormon ini bergabung dengan PTH dan Calcitonin dalam pengaturan metabolisme kalsium.

LAMBUNG DAN USUS

Selain enzim pencernaan, lambung dan usus juga menghasilkan hormon untuk pencernaan yaitu :
Gastrin, disekresikan oleh sel-sel dalam lambung dan merangsang produksi asam hidroklorat oleh sel parietal lambung dan meningkatkan pergerakan dari dinding lambung. Hormon ini disekresikan akibat stimulus dari substansi makanan.

Gastric Inhibitory Peptide(GIP) atau Enterogastrone, dihasilkan oleh usus12 jari dan menghambat kerja kelenjar dan otot lambung sehingga melindungi usus 12 jari dari asam lambung yang merusak serta mengendalikan laju pengosongan lambung.

Atrial Natiuretic Factor, membantu pengeluaran keseimbangan garam dan air sehingga secara tak langsung mengatur homeostatis dari ginjal dan sistem kardiovaskular. Hormon ini bekerja antagonis dengan Aldosterone.

Secretin, dihasilkan oleh usus halus yang dipicu oleh kehadiran asam pada usus 12 jari. Hormon ini merangsang pankreas untuk menyekresikan enzim pencernaan termasuk ion bikarbonat. Ion bikarbonat merupakan buffer dari tingkat keasaman bubur makanan(chyme) yang memasuki usus halus dari lambung. Hormon ini juga merangsang hati dan kantung empedu untuk mensekresikan empedu.

Cholecystokinin dihasilkan usus 12 jari, menstimulasi pelepasan empedu ke dalam usus 12 jari dan produksi serta pelepasan enzim-enzim pankreas.

KELENJAR PINEAL

Kelenjar ini menempel pada bagian atas dari cerebellum pada otak. Hormon yang dihasilkan yaitu Melatonin yang mengatur waktu biologis tubuh, misalnya saat tidur. Melatonin juga menyebabkan perubahan warna kulit menjadi lebih terang, dengan kata lain, antagonis dengan MSH.

KELENJAR THYMUS

Kelenjar ini terdiri atas sejumlah besar jaringan limfatik dan mempunyai sejumlah kecil jaringan epitel yang dikenal sebagai Korpuskel Hassal’s. Kelenjar ini mengeluarkan hormon Thymosin yang mempercepat produksi dan perkembangan dan differensiasi sel Limfosit T di timus.

GINJAL

Walaupun ginjal merupakan organ dari sistem eskresi, ginjal memiliki 3 fungsi endokrin karena menghasilkan hormon :
Renin, hormon yang berperan dalam memelihara tekanan darah.
Erytropoeitin, meningkatkan produksi sel darah merah pada sumsum tulang
Ginjal berpengaruh juga dalam modifikasi Calciferol yang kedua menjadi1,25-dihidroksi vitamin D.

HATI

Hati mensekresikan hormon Somatomedin yang merangsang pertumbuhan pada tulang.
Hewan diketahui juga menghasilkan sejumlah hormon yaitu :
Juvenil hormone(JH), merangsang perubahan serangga dari bentuk ulat ke larva. Hormon ini tidak dihasilkan ketika serangga mencapai bentuk dewasanya.
Ecdysone, merangsang perubahan atau pergantian kulit serangga. Hormon ini bekerja antagonis dengan JH.
Octopamine, menaikkan kadar penggunaan glukosa oleh otot.
Adipokinetic Hormone, mempercepat perubahan lemak menjadi energi.
Bovine Somatotropin(BST),meningkatkan produksi susu pada ternak.

Rabu, 18 April 2018

PROPOSAL PROGRAM KEAHLIAN AGRIBISNIS TERNAK RUMINANSIA



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sehubungan dengan upaya mewujudkan dan menindaklanjuti Kebijakan Dikmenjur tentang Reposisi Pendidikan Kejuruan menjelang tahun 2020 mengisyaratkan bahwa arah Pembinaan dan Pengembangan Sekolah berorientasi pada penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat menjadi asset pemerintah daerah dalam rangka otomoni daerah sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing untuk menghadapi era global.
Sebagai konsekuensinya adalah SMK PP Negeri Sumedang sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan merasa berkewajiban untuk berperan serta membekali tamatannya dengan kecakapan hidup (life skill) secara integrative, yang memadukan potensi generic dan spesifik, guna memecahkan dan mengatasi problema hidup. Kecakapan hidup yang mestinya dimiliki oleh setiap tamatan yang akan terjun ke masyarakat tersebut antara lain, Kecakapan mengenal diri (personal skill), kecakapan berpikir rasional (thinking skill), kecakapan social (social skill), kecakapan akademik (academic skill) dan kecakapan kejuruan (vocational skill).
Disisi lain belakangan ini angka pengangguran semakin tinggi. Karenanya ada 3 (tiga) hal yang dapat diusulkan untuk mengatasi pengangguran tersebut, yaitu :
1) Mencari kerja membuka usaha mandiri
2) Pekerja menggarap sector perikanan ( kelautan )
3) Pekerja menggarap sector pertanian (melalui kegiatan transmigrasi)
Ketiga sector merupakan kesempatan yang terbuka lebar karena 2/3 luas daerah Indonesia adalah laut dan banyak tanah pertanian di luar Jawa yang masih tidur belum tergarap. Alternatif pertama, dimana pencari kerja membuka usaha sendiri adalah suatu langkah yang tepat tetapi sukar untuk diwujudkan karena banyaknya aspek yang mempengaruhinya, antara lain kompetensi dan keamampuan yang dimiliki oleh pencari kerja tersebut masih rendah.
Dalam usaha mewujudkan altenatif yang pertama (pencari kerja membuka usaha mandiri) maka diperlukan suatu pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi pencari kerja yang berusia diatas 15 tahun (lulusan SLTP) dengan Kompetensi Keahlian yang layak jual dan sangat dibutuhkan dipasar kerja pada era sekarang maupun untuk masa – masa mendatang. Salah satu Kompetensi keahlian tersebut adalah Agribisnis Hasil Pertanian.
Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia yang akan dikembangkan di SMK PP Negeri Sumedang diharapkan berhasil mengembangkan misi Pendidikan Nasional dan menghasilkan lulusan yang benar – benar berdaya guna di masyarakat, bilamana terdapat kondisi ideal yang terpenuhi. Diantaranya peralatan praktek yang memadai, kurikulum (silabus) diklat yang mutahir dan tenaga pengajar yang kompeten. Tiga hal inilah yang akan bersama – sama diwujudkan oleh SMK PP Negeri Sumedang dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Komitmen bersama ini penting guna merealisasikan semua hal telah diuraikan di atas.
1.2 Tujuan dan Sasaran SMK PP Negeri Sumedang
1.2.1 Tujuan
Tujuan sekolah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara lebih rinci tujuan SMK PP Negeri Sumedang Kabupaten Sumedang adalah sebagai berikut :
1. Mencerdaskan anak bangsa khususnya dalam bidang pertanian serta mengubah paradigma negatif di sektor pertanian;
2. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mandiri dan mampu berkompetisi Dunia Kerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki;
3. Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki kepribadian dan akhlak mulia, etos kerja yang tangguh, dan kompetitif serta mudah beradaptasi dengan lingkungan baru;
4. Mewujudkan lembaga pendidikan transparan dan akuntabel;
5. Membantu pemerintah dalam peningkatan Kompetensi pertanian di Indonesia.
6. Membantu masyarakat dalam membuka lapangan kerja di sektor pertanian terpadu;
7. Memberdayakan lingkungan sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif.
1.2.2 Sasaran Pengembangan
1) Mengoptimalkan proses kegiatan belajar mengajar, karena ditunjang oleh peralatan yang memadai, kurikulum ( silabus ) yang mutahir dan tenaga pengajar yang kompeten.
2) 5000 siswa lulusan SMP Negeri/Swasta di Kabupaten Sumedang
3) 1000 siswa lulusan MTs Negeri/Swasta di Kabupaten Sumedang
1.2 VISI DAN MISI
A. Visi
” BERAKHLAQULKARIMAH DAN UNGGUL MENUJU TERWUJUDNYA TENAGA PERTANIAN MENENGAH YANG KREATIF, INOVATIF DAN PROFESIONAL, SERTA MAMPU BERWIRAUSAHA MANDIRI “.
B. Misi
Untuk mencapai VISI tersebut, SMK PP Negeri Sumedang mengembangkan misi sebagai berikut:
1. Meningkatkan Kualitas organisasi dan manajemen sekolah dalam menumbuhkan semangat keunggulan dan kompetitif;
2. Meningkatkan kualitas KBM dalam mencapai kompetensi siswa yang berakhlaqulkarimah dan unggul;
3. Meningkatkan kualitas kompetensi guru dan pegawai yang kreatif, inovatif dan profesional;
4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana pendidikan dalam mendukung penguasaan IPTEK;
5. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM serta pembinaan kesiswaan dalam mewujudkan akhlaqulkarimah dan kemandirian;
6. Meningkatkan kualitas pengelolaan Unit Produksi dalam menunjang kualitas SDM yang mampu berwirausaha mandiri;
7. Meningkatkan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) secara berkesinambungan;
8. Memberdayakan lingkungan sekolah untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif.
1.4 Profil Sekolah
Nama Sekolah : SMK PP NEGERI SUMEDANG
NSS : 401021022031
NPSN : 20254838
Kompetensi Keahlian saat ini : Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kompetensi Keahlian yang diusulkan : Agribisnis Ternak Ruminansia
Kompetensi Keahlian : Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
Alamat : Jl. Margamukti Desa Licin Kec. Cimalaka Kab. Sumedang Kode Pos : 45353
Telp./Fax. : (0261) 203144
Email : smkpp_sumedang@yahoo.com
Website : http://smkppnegerisumedang.wordpress.com
Akreditasi : A
SK Akreditasi Terakhir : 02.00/694/BAP.SM/X/2011 Tanggal 28 Oktober 2011
Waktu Penyelenggaraan : Pagi
Kepala Sekolah : Drs. UU MULYANA, MM
NIP. : 19600608 198603 1 008
Jumlah Guru dan Pegawai : 37

BAB II
POTENSI DAN KOMPETENSI PENGEMBANGAN SEKOLAH
2.1 POTENSI DAN KELEMAHAN INTERNAL
2.1.1 Potensi Internal
• Telah memiliki guru dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Kompetensi keahlian;
• Telah memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai;
• Lokasi sekolah yang mudah dijangkau;
• Telah memiliki institusi pasangan untuk praktek kerja industri di DU/DI
• Jumlah peminat untuk menjadi calon siswa baru cukup baik, karena maraknya industry
2.1.2 Sarana/Prasarana dan Fasilitas
A. Keadaan Lahan
Luas Lahan Seluruhnya : 30.000 m2
Lahan Praktek : 20.000 m2
Luas Bangunan : 1.711 m2 Terdiri dari :
– Bangunan Kantor : 1 lokal
– Ruang Kelas : 15 Lokal
– Lab Pasca Panen : 1 lokal
– RPS : 1 lokal
– Lab. IPA : 1 lokal
– Ruang Guru : 1 lokal
– Ruang Perpustakaan : 1 lokal
– Ruang Administrasi : 1 lokal
– Ruang Wakasek : 1 lokal
– Green House : 1 lokal
– Mushola : 1 lokal
– Ruang Osis : 1 lokal
– Ruang Kegiatan Ekstra : 2 lokal
– Asrama : 1 lokal
B. Keadaan Siswa
KELAS X KELAS XI KELAS XII
JURUSAN JML
KLS L P JML
SISWA JML
KLS L P JML
SISWA JML
KLS L P JML
SISWA
Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura 3 37 24 61 4 56 34 90 4 63
28
91
JUMLAH 3 37 24 61` 4 56 34 90 4 63 28 91
Jumlah Laki-laki : 156 siswa
Jumlah Perempuan : 86 siswa
Total : 242 siswa
C. Fasilitas Lahan Terbuka
Lahan Terbuka Jumlah Luas (m2) Keterangan
Lapangan Basket 1 Beton bertulang
Lapangan volley 1
Lapangan Bendera 1
Lahan Kosong (Teduh) 1 3000 Berumput &
Pepohonan (Mahoni)
Taman 1 300 Berumput, bunga & tanaman hias
Lahan Praktek terbuka 1 10.000 Lahan bercocok tanam
D. Fasilitas gedung/ruang yang dimiliki terdiri dari :
Gedung/Ruang Jumlah Luas (m2) Keterangan
Ruang Teori/Kelas 15 48 Kondisi Baik
Perpustakaan 1 64 Kondisi Baik
TU 1 18/25 Kondisi Baik
Laboratorium Komputer 1 60 Kondisi Baik
Laboratorium IPA 1
Laboratorium Pengolahan
Ruang Ibadah 1 20 Kondisi Baik
Ruang Aula 1 96 Kondisi Baik
Gudang 2 40 Kondisi Baik
Ruang OSIS 1 64 Kondisi Baik
Ruang Penjaga Sekolah 1 48 Kondisi Baik
Ruang Security 1 Kondisi Baik
2.2 Kurikulum yang digunakan : KTSP 2006 (DOKUMEN TERLAMPIR)
2.3 Tenaga Kependidikan dan Peserta Diklat
a. Tenaga Kependidikan
N o Kelompok Guru Jenjang Pendidikan
S – 2 S-1 D3 <D3 Jml
1 Guru Produktif – 10 – – 10
2 Guru Adaptif – 11 – – 11
3 Guru Normatif 3 6 – – 9
4 BP / BK – 1 – – 1
Jumlah 3 25 – – 28
b. Peserta Diklat
Diharapkan peserta diklat (siswa) jumlahnya terus bertambah dan mampu mendongkrak penambahan siswa di SMKPPN Sumedang yang terus menurun, dari table data siswa berikut ini dapat terlihat perkembangannya.
NO TAHUN
PELAJARAN JUMLAH SISWA PERKELAS
I II III JML. SISWA
SELURUHNYA
1 TAHUN 2010 / 2011 147 183 163 493
2 TAHUN 2011 / 2012 102 143 183 428
3 TAHUN 2012 / 2013 96 78 135 309
4 TAHUN 2013 / 2014 98 96 78 272
5 TAHUN 2014/2015 61 88 91 240
2.4 Kesempatan ( Peluang )
 Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia merupakan Kompetensi keahlian yang layak jual, karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat (baca : peluang kerja), sehingga diharapkan lulusannya dapat bekerja secara proposional di bidang yang berkaitan dengan Ternak baik itu Instansi Pemerintah maupun industri.
 Memiliki peluang untuk dikembangkan dengan mengadopsi pola – pola KBK (kurikulum Berbasis Kompetensi) dan KBP (Kurikulum Berbasis Produksi)
 Banyak bidang dan lapangan pekerjaan yang berkesinambungan (baca : membutuhkan) kompetensi pengolah muda, madya dan ahli.
BAB III
STRATEGI IMPLEMENTASI
3.1 Jangka Pendek
No Kegiatan yang akan dilakukan Rencana Kegiatan
1 Melakukan usaha untuk memperoleh Ijin Operasional Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat Nopember – Desember 2014
2 Melengkapi sarana dan prasarana Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia Januari – Juni 2015
3 Melengkapi jumlah guru Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia yang sesuai dengan kebutuhan April – Mei 2015
4 Memperluas Networking dengan DU/DI April – Juli 2015
5 Implementasi Kurikulum KTSP untuk
Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia Juli 2015
3.2 Jangka Panjang
Implementasi jangka panjang yang diharapkan dengan penambahan kompetensi keahlian di SMK PP Negeri Sumedang adalah meningkatnya animo siswa untuk masuk ke SMK PP Negeri Sumedang. Dan dapat menyumbangkan tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing untuk memasuki dunia Usaha/ Dunia Industri.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
1. Pengembangan Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia di SMK PP Negeri Sumedang dilakukan sebagai usaha untuk memberikan pelayanan Pendidikan Pasca SMP, dengan tujuan agar lulusannya nanti dapat menjadi pekerja mandiri, pekerja di Industri Peternakan dan sektor pertanian lainnya yang saat ini banyak membutuhkan keahlian tersebut. Berdasar fakta yang ada posisi pekerja tersebut masih langka dan didominasi oleh lulusan perguruan tinggi.
2. Merupakan langkah strategis untuk mengatasi pengangguran terdidik, karena
3. terbukti lulusan Kompetensi keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia banyak yang diserap oleh industry yang bergerak di dunia pengolahan pangan
4. SMK PP Negeri Sumedang memberanikan diri membuka jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia karena telah memiliki sarana prasarana, tenaga pengajar dan fasilitas pendukung yang sangat memungkinkan dibukanya Kompetensi Keahlian tersebut.
4.2 SARAN
Ijin operasional untuk Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia sangat diperlukan untuk mendukung keberlangsungannya Kompetensi keahlian tersebut, oleh sebab itu sangat diharapkan kesediaan Bapak / Ibu pengambil Kebijakan memberikan Ijin Operasional untuk dibukanya Kompetensi Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia di SMK PP Negeri Sumedang mulai tahun pelajaran 2015/2016 nantinya.
REFERENSI
Depdiknas. 2001. Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education (Buku1), Jakarta : Tim Broad Base Education Depdiknas.
Depdiknas. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Jakarta
Direktorat Dikdasmen Depdiknas. 2002. Pengembangan Standar Kompetensi, Jakarta, Direktorat Dikmenjur. Depdiknas. 2002. menuju Penerapan Secara Utuh Pendidikan dan Pelatihan Berbasis,Kompetensi (Competency Based Training), Jakarta, Direktorat Dikmenjur Depdiknas. 2002. Model – Model pengujian Berbasis Kompetensi, Jakarta, Direktorat Dikmenjur
Depdiknas. 2002. peranan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Jakarta, Direktorat Dikmenjur
Depdiknas. 2002. kerangka Kualifikasi nasional Indonesia (KKNI) dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), Jakarta, Direktorat Dikmenjur
Sager, S. 1985 Motivasi dan Disiplin Kerja Karyawan untuk Meningkatkan Produktivitas & Produksi, Jakarta : LSIUP
Sergiovani, JT. 1991. The Principalship : A Reflective Practice Pers Ective. Texas: Allyin and Bacon Company
Siagian, S.P. 1985 Teori Motivasi dan Applikasi. Jakarta : Bina Aksara
Taschereau, S. 1998. Evaluating the Impact of Training and Instituional Development Kompetensi : A Collabolative Approach. Washington : D.C : The World Bank

Minggu, 01 April 2018

Cara Membuat Pakan Kambing dan Domba

Pakan fermentasi kambing dan domba.... wowwww... memang beberapa saat lalu membuat heboh banyak peternak kambing domba. FAKTA ... banyak peternak kambing domba yang baru memulai langsung gelap mata dan akhirnya TERJEBAK RAYUAN para penjual obat-obatan ternak dan... alhasil yang mereka bikin adalah pakan fermentasi rendah nutrisi, contoh fermentasi gedebok pisang dan jerami padi.

Kami  dahulu mengalami SALAH TOTAL... salah kaprah...dalam beternak kambing domba, efek dari akibat iklan tukang obat karena yang jelas LEBIH BESAR SERAKAHNYA daripada AKAL SEHAT nya.

Saatnya berubah... saatnya menggunakan akal sehat dan hati yang jernih untuk mengelola peternakan kambing domba kita, saatnya mencari ilmu yang benar, mentor yang benar sehingga aktivitas peternakan yang kita jalankan benar-benar menghasilkan manfaat.

Secara alamiah, pakan utama kambing adalah jenis dedaunan, dan pakan utama domba adalah jenis rerumputan, namun ternyata disekeliling kita banyak sekali limbah pertanian atau limbah industri rumah tangga yang tinggi nutrisi dan bisa difungsikan sebagai pakan tambahan kambing domba kita.




Limbah pertanian dan industri rumah tangga apa saja yang bisa digunakan dan memiliki nutrisi tinggi sebagai pelengkap pakan utama kambing domba ?


  1. Ampas tahu ( limbah industri tahu )
  2. Ampas kedelai & air kedelai ( limbah industri pembuatan tempe )
  3. Ampas singkong atau onggok ( limbah industri tapioka )
  4. Bekatul ( limbah industri penggilingan padi )
  5. Rendeng kangkung ( tanaman kangkung yang dikeringkan dan digiling kecil-kecil )
  6. Rendeng kedelai ( pohon kedelai berikut kulit kedelai yang digiling )
  7. Rendeng kacang hijau ( kulit kacang hijau kering )
  8. Rendeng kacang tanah ( limbah pertanian tanaman kacang tanah )
  9. Kulit kacang hijau segar ( limbah dari penjual kacang hijau di pasar )
  10. Polar brand
  11. Kulit ari jagung
  12. Tebon jagung ( pohon jagung )
  13. Bungkil sawit
  14. Bungkil kopra
  15. Bungkil coklat
  16. Gaplek ( singkong yang dijemur kering )
  17. Ubi jalar 
  18. Kulit kacang edamame
  19. Sumber pakan diatas memiliki kadar protein kering diatas 12%, sedangkan gedebok pisang dan jerami padi hanya memiliki PK 3% saja

Kemudian berbagai sumber pakan tambahan di atas ditambah dengan beberapa item produk :


  1. Probiotik ( apa saja merk nya )
  2. Molases atau tetes tebu, kalau tidak ada diganti dengan gula jawa
  3. Garam grosok ( garam kasar )
  4. Mineral ternak
  5. Tong plastik atau bak silo yang dilengkapi dengan plastik 
  6. Ember



Berikut ini cara simple pengaplikasiannya :


  1. Kumpulkan dahulu berbagai sumber pakan tambahan di atas yang ada di sekitar anda, intinya JANGAN mengadakan bahan pakan tambahan yang letaknya jauh dari kandang anda, karena nanti malah boros biaya kirim, maksimalkan saja sumber pakan tambahan yang ada di sekitar anda
  2. Siapkan alas untuk mencampur berbagai bahan diatas
  3. Tuangkan probiotik merk apapun kedalam air dalam ember bersamaan dengan tetes dan dan diaduk guna memperbanyak mikroorganisme yang berada dalam probiotik, cara mengetes apabila probiotik tadi sudah berkembang adalah, selupkan tangan anda kedalam air adonan tadi dan apabila di permukaan tangan anda berasa seperti ada semut yang berjalan, berarti tandanya probiotik sudah bisa berkembang
  4. Usahakan ada perimbangan antara, karbohidrat, protein dan serat dalam komposisi pakan tambahan yang akan dibuat, misalnya ada onggok ampas singkong, kemudian ampas tahu dan ada rendeng kangkung.
  5. Taburkan garam grosok dan mineral ternak ke dalam bahan yang akan dicampurkan dan setiap lapisan setinggi 20 cm disiram air probiotik yang sudah disiapkan
  6. Apabila sudah semua bahan diaplikasikan, pastikan semua bahan terkena air probiotik
  7. Masukkan segera bahan-bahan tersebut kedalam tong penyimpanan dan pastikan isi nya padat.
  8. Tongnya wajib ada besi klem nya sehingga bahan yang tadi difermentasi bisa sangat rapat alias kedap udara.
  9. Masa waktu fermentasi yang ideal adalah 21 hari, ini sesuai arahan dari para akademisi
  10. Jumlah pakan tambahan tiap ekor kambing domba adalah 0.5 kg dihitung dari berat badannya
  11. Metode pemberian pakannya disesuaikan dengan kebiasaan farm masing-masing.
  12. Pakan tambahan disarankan diberikan pada pagi hari, sehingga akan mengurangi resiko kambing domba akan keracunan atau kembing dari efek pakan utama


Proses fermentasi ini sifatnya adalah MENGAWETKAN berbagai bahan pakan tambahan tadi, karena beberapa limbah industri sifatnya adalah basah dan cepat busuk, seperti ampas tahu, ampas kedelai, onggok singkong. Apabila proses pengawetan ini tidak menemui kendala maka pakan fermentasi tadi bisa bertahan dalam waktu diatas 6 bulan.

Dengan dicampurnya berbagai bahan dasar pakan tambahan tadi maka, nutrisi yang ada dalam pakan tambahan tersebut akan semakin sempurna, karena saling melengkapi.

Untuk info lebih lanjut mengenai berbagai pakan pokok maupun pakan tambahan kambing domba, bisa ada dapatkan dalam pelatihan ternak kambing domba yang kami adakan, silahkan bisa kunjungi blog kami di :
www.PelatihanTernakkambingDomba.com

Jumat, 30 Maret 2018

Cara membuat pakan sapi agar cepat gemuk



Cara membuat pakan fermentasi Penggemukan sapi baik skala usaha kecil maupun besar sekarang banyak diminatai oleh kalanagan investor, besarnya investor tidak jadi soal keuntungan lebih baik yaitu dengan cara perawatan intensif, managemen ternak, lokasi yang cocok dan bibit yang tepat. Usaha ternak sapi tidak sama dengan peternak dengan pola tradisional yang hanya tergolong ternak sambilan jadi hasilnya juga tidak tertarget dengan jelas. Dengan demikian PT HCS memberikan solusi cara beternak sapi agar tercapat kualitas, kualitas dan memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan.

Semua peternak pasti menginginkan ternaknya sehat, gemuk dan berkualitas dengan modal dan bahan seminimal mungkin sehingga keuntungan lebih bisa didapat. Beberapa peternak mengalami kesulitas untuk menentukan pakn yang sesuai standar dan komplit nutrisi, kasus yang sering ditemukan adalh ketidak cocokan pakan yang diberikan pada sapi yang ditujukan untuk dipotong.

Perlu diperhatikan bahwa secara alami pertambahan berat badan sapi di kisaran 500 gram – 1000 gram/hari. Namun untuk mewujudkan itu perlu cara pemberian konsentrat hormaon dengan menggunakn pola HCS dengan produk SOC, hasil pakan yang dibuat dari sisa-sisalimbah pertanian seperti pohon jagung, tebon tebu, kulit kacang, titen kedelai, dll. Dengan fermentasi menggunakan produk SOC-HCS. elain menguntungkan dari sisi pengeluaran, sapi juga cepat gemuk. Cara pembuatannya juga cukup mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

SOC atau suplemen organik cair merupakan suplemen khusus untuk meyehatkan binatang ternak anda. Dengan SOC anda dapat menekan pengeluaran selama produksi dan perawatan. SOC membantu mengurangi tingkat stres pada hewan ternak dan menekan timbulnya penyakit pada ternak anda dan mengurangi angka resiko kematian dihewan ternak. SOC membantu meningkatkan hewan ternak anda untuk meningkatkan antibodi, sehingga hewan ternak tidak mudah sakit.





SOC merupakan suplemen terbaik saat ini. Mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan meningkatkan produksi danging, sebab SOC memberikan efek merangsang nafsu makan pada hewan ternak. Selain produksi daging, SOC juga baik untuk perkembangbiakan. SOC membantu meningkatkan kesuburan pada hewan, sehingga SOC dapat mempertinggi kualitas telur pada hewan unggas, amupun kesuburan perkembangbiakan hewan ternak lainnya seperti kambing dan sapi.

Proses fermentasi pakan memanfaatkan SOC yang mana digunakan dengan berbagai limbah untuk dijadikansebagai bahan makanan utama ternak. Beberapa kelebihan penggunaan SOC untuk pembuatan pakan fermentasi antara lain:

Akan memperbaiki sistem pencernaan pada ternak.
Dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pada ternak yang memproduksi susu.
Peningkatan bobot ternak yang pesat, sehingga ternak akan menjadi gemuk dan sehat.
Nafsu ternak makan bertambah.
Selain memberikan nafsu makan dan bobot yang tinggi, pemberian pakan fermentasi tersebut juga menutunkan kadar kolesterol pada ternak, serta meningkatkan kekebalan tubuh ternak.
Pakan hasil fermentasi dengan SOC (Suplemen Organik Cair) juga akan mengurangi bau kotoran hewan ternak.
Proses fermentasi pakan penggemukan sapi saat ini menjadi fenomenal karena memberikan kebaikan yang dirasakan oleh peternak. Mungkin banyak sebagaian masyarakat yang mengenal fermentasi tersebut sebagai proses pembuatan minuman suplemen saja. Ternyata tidak, proses fermentasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk alternatif pembuatan pakan ternak yang berkualitas tinggi. Disamping pembuatan yang sangat sederhana, pembuatan pakan dengan cara fermentasi ini juga menghemat waktu dan biaya, karena peternak tidak lagi disibukkan dengan mengembala atau merumput.

Cara pembuatan pakan fermentasi penggemukan sapi

  • Persiapkan drum untuk pembuatan pakan.
  • Sediakan SOC-HCS.
  • Sediakan Air 10-15 liter.
  • Sediakan Garam.
  • Sediakan Gula pasir.
  • Bekatu / dedek.
  • Selanjutnya memotong / mencacah gedebog pisang yang telah dipersiapkan sebelumnya.


Taburkan bekatul atau dedak kecacahan gedebog pisang tersebut dan aduk hingga merata. Setelah bekatul tercampur merata, diamkan selama 15 menit.
Masukan SOC-HCS (2 tutup botol SOC ), gula pasir , dan garam kedalam air yang telah disediakan dan aduk biar tercampur secara merata, lalu siramkan kegedebog pisang yang telah dicampur bekatul tadi, aduk hingga merata.
Pakan hasil fermentasi siap untuk diberikan pada ternak sapi setiap pagi dan sore.
Kelebihan pakan fermentasi penggemukan sapi dengan SOC

Memperbaiki sistem pencernaan sapi.
Meningkatkan produksi susu sapi.
Bobot ternak cepat bertambah secara alami, gemuk, dan sehat.
Meningkatkan nafsu makan sapi.
Daging sapi lebih berisi serta rendah kolesterol.
sapi ternak lebih kebal dan tahan terhadap penyakit.
Kotoran sapi tidak bau sehingga tidak mencemari udara lingkungan.
Kotoran dan urine sapi lebih sedikit dan bisa digunakan sebagai pupuk kandang/biogas alami.
Pada umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Sapi dalam masa pertumbuhan, sedang menyusui, dan supaya tidak jenuh memerlukan pakan yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Disini PT HCS berperan aktif dalam meningkatkan kualitaspakan agar tercapai hasil yang maksimal.

Demikianlah sedikit tentang SOC (suplemen organik cair) cara membuat pakan fermentasi penggemukan sapi, dan perlu digaris bawahi bahwa hasil dari pakan fermentasi tidak kalah dengan pakan biasanya (rumput hijau atau yang lainnya).

Bagi anda yang berminat untuk memesan produk SOC-HCS silahkan hubungi :

— Info Pemesanan, Hubungi : —
CS : 0822 1453 8282
PIN BB : 798465BE
Pengiriman Ke Seluruh Kota Di Indonesia,


Dengan Menggunakan Jasa Pengkiriman Tiki JNE.

Kamis, 29 Maret 2018

Jenis-jenis sapi ternak untuk bisnis dan cara merawatnya

TIPS SINGKAT CARA TERNAK SAPI


Beternak sapi menjadi salah satu jenis usaha bisnis yang menjanjikan untuk dikelola. Ternak sapi yang dilakukan para pebisnis Indonesia umumnya adalah ternak membesarkan anak sapi menjadi sapi dewasa. Dari belum produktif menjadi lebih menghasilkan produksi daging yang jauh lebih besar.

Sebelum Anda memulai usaha bisnis sapi, ada baiknya Anda mengetahui beberapa jenis sapi yang umumnya ada di Indonesia.

Beberapa jenis sapi tersebut adalah sebagai berikut:


1. Sapi Bali

Ciri sapi bali berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut hingga ke bawah dan juga pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi bali bisa beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.

2. Sapi Ongole

Ciri sapi ongole berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dengan daya adaptasinya baik. Jenis sapi ongole sudah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya di namakan Peranakan Ongole (PO) ciri Peranakan Ongole (PO) sama dengan sapi Ongole namun kemampuan produksinya lebih rendah.

3. Sapi Brahman

Sapi brahman memiliki ciri berwarna coklat sampai coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat hingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.

4. Sapi Madura

Sapi madura memiliki ciri berpunuk, berwarna kuning sampai merah bata, sering terdapat warna putih di moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini memiliki daya pertambahan berat badan rendah.

5. Sapi Limousin

Sapi limousin memiliki ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih di moncong kepala, tubuh berukuran besar dan memiliki tingkat produksi yang baik.

Tahap memulai bisnis ternak Sapi

1. Pemilihan dari sapi bakalan yang akan dibesarkan untuk menjadi sapi dewasa. Beberapa cirri dari sapi bakalan yang baik adalah berumur di atas 2,5 tahun, jenis kelamin jantan, bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm, tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit), pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus, kotoran normal.

2. Pemeliharaan sapi, meliputi beberapa hal diantaranya adalah penyediaan pakan dan kandang, pengendalian penyakit. Mengelola bisnis sapi memang harus sedikit telaten, namun apabila Anda serius dengan usaha bisnis ini bukan mustahil Anda akan menjadi seorang jutawan.

Berikut ini beberapa tips dan cara yang bisa diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis sapi agar sukses dan berkembang:

1. Bisnis sapi lokal sering kali terganggu dengan kebijakan sapi impor. Salah satu cara pebisnis sapi lokal untuk bisa mempertahankan konsumennya adalah dengan cara menjelaskan kepada konsumen mengenai keunggulan kualitas dari sapi lokal yang jauh lebih baik dibandingkan sapi impor. Meski harganya memang jauh lebih mahal, tapi soal kualitas tentunya masih jauh lebih baik.

2. Para pebisnis ternak sapi sebaiknya memiliki lahan pakan sendiri. Terlebih jika usaha bisnis sapinya jumlahnya besar.

Membuat ladang rumput sendiri secara khusus. Sebagian orang malah banyak yang membiarkan sapi mereka tidur dan mencari makan sendiri di area lahan semak yang banyak rumputnya dan bisa dijadikan sebagai makanan sapi. Banyak yang sukses tanpa kesulitan melihat sapi-sapinya tumbuh sehat. Namun ada juga yang kemudian kehilangan sapi karena diletak di sembarang tempat.

3. Selain beternak sapi, Anda juga bisa memvariasikan usaha bisnis sapi Anda dengan usaha bisnis potong sapi. Bisnis potong sapi biasanya cukup laris saat musim hari-hari besar seperti lebaran, natal, tahun baru dan sebagainya. Orang ingin mendapatkan sajian yang istimewa dengan memilih menu hidangan dari masakan daging sapi.

4. Temukan konsumen tetap untuk bisnis Anda tersebut, diantaranya bisa rumah makan, hotel, orang-orang yang hendak hajatan dan sebagainya. Sapi menjadi menu utama dalam sebuah acara istimewa seperti pernikahan dan sejenisnya, oleh karena itu peluang bisnis ini sebenarnya sangat terbuka luas jika Anda bisa menemukan pasar yang tepat.

5. Bila memungkinkan Anda bisa mencari konsumen dari luar daerah atau bahkan luar negeri. Sapi pun bisa Anda jual dengan menggunakan toko online. Semua itu terserah pada kreatif pebisnis masing-masing.

Nah, bersiaplah untuk memulai usaha bisnis ternak yang menjanjikan ini. Sapi adalah hewan yang digunakan untuk konsumsi, kebutuhan orang akan ada terus menerus terhadap daging sapi, kita perlu mengetahui bagaimana cara yang ampuh untuk bisa sukses dalam usaha bisnis yang satu ini.

Orang bisa kaya raya dengan usaha bisnis sapi. Terlebih jika Anda telah melakukan dengan baik beberapa tahapan memulai bisnis sapi, maka peluang sukses pun semakin besar.